BERITA TERKINIDAERAHLAMPUNG TIMURNASIONALPEMERINTAHANTRENDING

Bupati Lampung Timur Bahas Penanganan Konflik Gajah dengan Warga Desa Penyangga TNWK

432
×

Bupati Lampung Timur Bahas Penanganan Konflik Gajah dengan Warga Desa Penyangga TNWK

Sebarkan artikel ini

Lampung Timur – detikkini.id

Bupati Lampung Timur memimpin rapat dialog penanganan dampak interaksi gajah dengan masyarakat desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK), yang digelar di wilayah Lampung Timur. Rapat ini bertujuan untuk mencari solusi konkret atas konflik antara gajah liar dan penduduk desa yang kerap terjadi dalam beberapa waktu terakhir, Senin (12/01/2026).

Dalam rapat tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan, bahwa konflik manusia dan satwa liar, khususnya gajah Sumatra, menjadi persoalan serius yang harus ditangani secara bersama-sama oleh pemerintah daerah, pengelola TNWK, aparat keamanan, serta masyarakat desa penyangga. Ia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian satwa dan keselamatan serta kesejahteraan warga.

Ditempat yang sama Dirjen TNWK juga menjelaskan bahwa pelatihan pemanduan wisata dan pembuatan paket wisata akan dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola wisata di kawasan TNWK. Selain itu, ilmu menggiring gajah juga akan dilatih dan dibimbing oleh petugas untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi konflik gajah.

‎‎Sementara itu, Ketua Koordinator Aliansi Masyarakat Penyangga Bersatu menyampaikan sejumlah tuntutan dan usulan dari masyarakat desa yang terdampak langsung. Ia menegaskan bahwa masyarakat meminta adanya ganti rugi atau kompensasi apabila gajah masuk ke wilayah permukiman atau lahan pertanian dan menyebabkan kerusakan.

“Kami meminta kejelasan mekanisme kompensasi. Jika gajah masuk dan merusak tanaman atau harta benda masyarakat, harus ada ganti rugi yang jelas,” tegasnya.

‎Selain itu, aliansi masyarakat juga mengusulkan pembangunan tanggul atau penghalang fisik sebagai upaya mencegah gajah masuk ke area permukiman warga. Menurut mereka, tanggul penghalang gajah menjadi solusi jangka panjang yang perlu segera direalisasikan.

Tak hanya itu, masyarakat juga meminta adanya pembinaan dan peningkatan kapasitas bagi petugas di lapangan. Pembinaan tersebut dinilai penting agar petugas memiliki kemampuan yang memadai dalam menangani situasi ketika gajah masuk ke wilayah desa, sehingga tidak menimbulkan korban maupun konflik baru.

Baca Juga  Sambut Bulan Ramadhan, Ketua DPD BKPRMI Kota Palembang Berikan Tips Agar Anak Berlatih Beribadah Sejak Dini

‎Dalam rapat tersebut, juga dibahas tentang pembentukan forum pimpinan dan provinsi Lampung untuk mengatasi konflik gajah. Bupati Lampung Timur berharap bahwa forum ini dapat membantu merealisasikan harapan masyarakat untuk memiliki lingkungan yang aman dan seimbang.

‎‎TNWK memiliki mimpi untuk memiliki 10 cam (unit pengendalian gajah) untuk mengatasi gajah yang masuk ke permukiman penduduk. Tanggul sungai juga menjadi solusi pertama untuk menghalangi gajah masuk ke permukiman penduduk.

‎‎Mekanisme sepakat juga dibahas untuk pembinaan petugas dan pengawasan. Dampak kerugian juga akan didiskusikan kembali untuk menentukan kompetensi yang tepat.

‎‎Bupati Lampung Timur berharap bahwa rapat ini dapat menjadi langkah awal untuk mengatasi konflik gajah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung Timur. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *