BERITA TERKINIHUKUMLAMPUNG TIMURTRENDING

Kasus Pembunuhan Kader Fatayat NU Lamtim Masih Misterius, Polisi Temukan Fakta Baru

374
×

Kasus Pembunuhan Kader Fatayat NU Lamtim Masih Misterius, Polisi Temukan Fakta Baru

Sebarkan artikel ini

Lampung Timur – detikkini.id 

Kasus pembunuhan terhadap Riyas Nuraini, kader Fatayat NU Kabupaten Lampung Timur, hingga kini masih belum terungkap. Pihak kepolisian menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan dengan melibatkan berbagai metode ilmiah.

Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Fatmawati, membenarkan bahwa penanganan kasus tersebut masih berlangsung dan mendapat perhatian serius, termasuk dukungan dari tim pusat.

Menurutnya, tim dari Mabes Polri telah turun langsung untuk membantu proses penyidikan di lapangan. Langkah yang dilakukan antara lain pemeriksaan psikologi forensik, uji kebohongan (polygraph), hingga pendalaman terhadap saksi-saksi, termasuk yang berada di luar daerah.

“Tim terus bekerja melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Kami juga membuka layanan Hotline 110 bagi masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini, dengan jaminan kerahasiaan identitas,” ujar Heti, Rabu (25/3/2026).

Ia menegaskan bahwa sejak awal menjabat sebagai Kapolres Lampung Timur, dirinya telah memberi perhatian khusus terhadap kasus tersebut, mengingat perkara ini telah berjalan beberapa bulan sebelumnya.

“Kami terus berkoordinasi dengan Polda dan Mabes Polri. Kasus ini menjadi atensi dan kami pastikan penyidikan terus berjalan,” tambahnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, menyampaikan bahwa pihaknya telah menemukan sejumlah fakta baru, namun masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Menurutnya, penyidik telah melakukan berbagai upaya, seperti uji laboratorium terhadap barang bukti, pemeriksaan psikologi forensik, hingga digital forensik.

“Setiap kasus memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda. Dalam perkara ini, kami terus melakukan penyidikan tambahan untuk memperkuat alat bukti,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah kendala dihadapi dalam proses penyidikan, di antaranya faktor cuaca, kondisi lokasi kejadian, serta situasi sosial di sekitar tempat kejadian perkara.

Baca Juga  Sebagian Masyarakat Lampura Mengaku Belum Tercoklit Petugas KPU

Meski demikian, pihak kepolisian memastikan penyidikan tetap berjalan maksimal dan terus dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan untuk proses hukum selanjutnya.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi penting terkait kasus ini untuk segera melapor kepada penyidik. Identitas pelapor dijamin kerahasiaannya.

Terkait adanya dugaan keterlibatan pihak tertentu, termasuk oknum pejabat lokal, kepolisian menegaskan tidak ingin berspekulasi.

“Kami tidak bisa berspekulasi. Semua harus berdasarkan alat bukti yang kuat. Siapapun yang terbukti bersalah akan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Dalam penyelidikan, diketahui sejumlah barang milik korban diduga hilang, di antaranya telepon genggam dan uang tunai.

Kronologi Penemuan Korban, Kasus ini bermula dari penemuan jasad Riyas Nuraini (33) pada Juli 2024 di wilayah Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam karung yang terikat di area persawahan.

Saat itu, polisi menerima laporan warga terkait temuan sepeda motor yang membawa karung berisi jasad korban. Petugas kemudian mengevakuasi korban ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan visum.

Korban diketahui merupakan warga Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur.

Desakan Pengungkapan Kasus juga datang dari Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, sebelumnya juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku.

Ia menyampaikan duka cita mendalam serta berharap kasus ini dapat dituntaskan demi keadilan bagi korban dan keluarga.

Pewarta :Arliyan

Editor:Tim Detikkini 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *