BERITA TERKINIRAGAMTRENDINGWAY KANAN

Jadwal Tebang dan Giling Tebu Ditunda, Petani di Lampung dan Sumsel Dihantui Kerugian

81
×

Jadwal Tebang dan Giling Tebu Ditunda, Petani di Lampung dan Sumsel Dihantui Kerugian

Sebarkan artikel ini

Way Kanan — detikkini.id 

Ratusan petani tebu mandiri di wilayah Lampung dan Sumatera Selatan menghadapi ketidakpastian setelah jadwal tebang dan giling oleh PT Pemuka Sakti Manis Indah (PT PSMI) mengalami penundaan tanpa kejelasan waktu.

Sebelumnya, kegiatan tebang direncanakan dimulai pada tanggal 4, disusul proses penggilingan pada tanggal 5. Namun, rencana tersebut batal terlaksana dan hingga kini belum ada kepastian jadwal baru.

Pihak manajemen PT PSMI menyampaikan bahwa penundaan terjadi karena perusahaan tengah menghadapi persoalan hukum dengan pihak kejaksaan. Informasi yang diterima petani juga menyebutkan adanya potensi langkah lanjutan, seperti penyegelan fasilitas pabrik hingga pembekuan rekening perusahaan.

Kondisi ini berdampak langsung pada terhentinya aktivitas produksi dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani. Pasalnya, keterlambatan panen berisiko menurunkan kualitas tebu, khususnya kadar gula yang bisa merosot jika melewati masa panen optimal.

“Kami dirugikan karena tebu yang sudah waktunya dipanen belum bisa ditebang. Kalau terlalu lama, kualitasnya pasti menurun,” ujar Sartono, salah satu perwakilan petani.

Dampak penundaan juga dirasakan para tenaga kerja tebang dan angkut. Sejumlah pekerja yang telah datang ke lokasi, termasuk dari Pulau Jawa, belum dapat bekerja akibat tertundanya kegiatan panen.

Sebagian pekerja diketahui telah menerima uang muka atau kasbon dari petani sebelum musim panen dimulai. Dengan belum adanya aktivitas kerja, kondisi ini berpotensi menambah beban ekonomi, baik bagi petani maupun pekerja.

Menanggapi situasi tersebut, petani yang tergabung dalam Aliansi Darurat Petani Tebu Mandiri berencana menggelar aksi damai pada 9 April di kantor Kejaksaan Tinggi guna menyampaikan aspirasi dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

Petani berharap proses hukum yang tengah berjalan tidak berdampak pada penghentian operasional pabrik. Mereka juga meminta adanya langkah konkret agar kegiatan penggilingan tetap dapat berlangsung.

Baca Juga  Ketua KPU OKU Himbauan Paslon Cakada Untuk Ikuti Proses Pemilu Secara Tertib dan Aman

“Kami berharap ada solusi agar proses giling tetap berjalan, sehingga petani tidak dirugikan,” kata Edi, perwakilan aliansi petani.

Hingga saat ini, belum ada kepastian terkait jadwal tebang dan giling. Para petani masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak perusahaan maupun aparat penegak hukum.

Pewarta:Hendra

Editor:Tim Detikkini 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *