BERITA TERKINIKOTA METROPEMERINTAHANTRENDING

APBD Tertekan, Warga Metro Selatan Perbaiki Jalan dan Gorong-Gorong Secara Swadaya

11
×

APBD Tertekan, Warga Metro Selatan Perbaiki Jalan dan Gorong-Gorong Secara Swadaya

Sebarkan artikel ini

Kota Metro — detikkini.id 

Kondisi infrastruktur rusak di Kota Metro kembali menjadi sorotan. Setelah bertahun-tahun belum mendapat penanganan, warga RT 020 dan 023 Kelurahan Margorejo, Kecamatan Metro Selatan, akhirnya turun tangan memperbaiki gorong-gorong amblas di Jalan Sutan Dumas secara swadaya dan gotong royong.

Kerusakan gorong-gorong yang menjadi akses utama lingkungan tersebut disebut telah terjadi hampir tiga tahun. Meski usulan perbaikan berkali-kali disampaikan masyarakat, hingga kini belum ada penanganan permanen dari pemerintah daerah.

Warga setempat, Arif Wahyudin mengatakan, masyarakat sudah terlalu lama menunggu realisasi perbaikan. Kondisi gorong-gorong yang terus memburuk dinilai membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas warga sehari-hari.

“Sudah hampir tiga tahun kondisinya amblas seperti ini. Warga sudah sering mengusulkan supaya diperbaiki, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Karena makin parah dan membahayakan, akhirnya masyarakat sepakat memperbaiki secara swadaya,” kata Arif, Minggu (17/5/2026).

Menurutnya, gorong-gorong tersebut merupakan jalur vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari akses kendaraan hingga jalur distribusi usaha warga. Saat hujan turun, area sekitar juga kerap tergenang dan rawan longsor kecil.

Pantauan di lokasi, puluhan warga bergotong royong membawa material berupa batu, pasir, dan semen untuk memperbaiki gorong-gorong yang amblas. Sebagian lainnya membersihkan saluran air agar aliran tidak tersumbat.

Fenomena warga memperbaiki fasilitas umum secara mandiri dinilai menjadi gambaran kondisi infrastruktur lingkungan yang masih banyak dikeluhkan masyarakat di berbagai wilayah Kota Metro. Di sisi lain, pemerintah daerah disebut tengah menghadapi tekanan fiskal yang berdampak pada keterbatasan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

Anggota DPRD Kota Metro, A. Cahyadi Lamnunyai yang turut hadir dalam aksi gotong royong tersebut mengatakan, perbaikan dilakukan murni atas kesadaran masyarakat yang tidak ingin terus menunggu tanpa kepastian.

Baca Juga  Jalin Silaturahmi Antar Pengurus, DPC PWRI Kota Metro Adakan Bukber

Ia mengaku memahami keluhan masyarakat terhadap kondisi infrastruktur yang rusak dan lambannya penanganan. Namun menurutnya, masyarakat juga perlu memahami kondisi keuangan daerah yang saat ini sedang mengalami tekanan.

“Ini bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya sendiri. Warga bergerak karena melihat akses ini sangat penting dan kalau terus dibiarkan justru membahayakan,” ujarnya.

Politisi muda dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menyebut keterbatasan fiskal daerah berdampak langsung terhadap kemampuan pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.

“Kita memahami kondisi APBD Kota Metro sedang mengalami tekanan. Tetapi persoalan infrastruktur juga tidak bisa terus dibiarkan karena menyangkut keselamatan dan aktivitas masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta masyarakat, khususnya di wilayah Metro Selatan dan Metro Barat, untuk tetap bersabar menghadapi kondisi kerusakan infrastruktur di lingkungan masing-masing.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah harus segera mencari solusi dan melakukan inovasi agar berbagai persoalan dasar masyarakat tidak terus menumpuk tanpa penyelesaian.

“Pemerintah daerah harus mampu menjawab keluhan masyarakat. Infrastruktur yang rusak ini bukan hanya satu dua titik, tetapi sudah banyak dan membutuhkan langkah cepat serta inovasi kebijakan,” tandasnya.

Bagi warga Margorejo, aksi perbaikan gorong-gorong secara mandiri bukan sekadar kerja bakti biasa. Lebih dari itu, gotong royong tersebut menjadi simbol kegelisahan masyarakat yang merasa terlalu lama menunggu perhatian terhadap kebutuhan dasar di lingkungan mereka sendiri.

Pewarta:Indra Rukmana 

Editor :Tim Detikkini 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *