Lampung — detikkini.id
Pemerintah Provinsi Lampung menggelar kegiatan halalbihalal pasca-Ramadan di Lapangan Korpri, Senin (30/3/2026). Acara tersebut dihadiri ribuan aparatur sipil negara (ASN), jajaran Forkopimda, rektor, pimpinan organisasi masyarakat, instansi vertikal, hingga PPPK.
Dalam suasana penuh kebersamaan, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan pesan penting terkait peran ASN dalam menjaga integritas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat pasca-Ramadan.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya bulan suci bukanlah akhir dari pembinaan diri, melainkan awal dari ujian sesungguhnya dalam menerapkan nilai-nilai yang telah dibangun selama Ramadan.
“Jika selama Ramadan kita mampu menahan diri, maka setelahnya kita harus tetap disiplin, jujur, dan terus melayani masyarakat dengan tulus,” ujar Mirza.
Menurutnya, Ramadan bukan hanya ritual keagamaan, tetapi juga proses pembentukan karakter. Nilai kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.
Ia juga menyoroti berbagai kebiasaan positif selama Ramadan, seperti kedisiplinan waktu dan meningkatnya aktivitas ibadah, yang diharapkan dapat terus dipertahankan.
“Tujuan Ramadan adalah menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Jika setelahnya kembali seperti semula, maka nilai-nilai tersebut tidak benar-benar diimplementasikan,” tegasnya.
Gubernur Lampung turut menekankan pentingnya semangat kebersamaan yang terbangun selama Ramadan untuk diterjemahkan ke dalam budaya kerja di lingkungan pemerintahan. Ia menyebut, kolaborasi dan kepedulian menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Bekerja dengan jujur, melayani dengan tulus, dan mengambil keputusan secara adil merupakan bagian dari ibadah. Semua harus dilakukan dengan semangat kebersamaan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan di Provinsi Lampung.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang telah bekerja keras sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa keberhasilan seorang aparatur tidak diukur dari jabatan, melainkan dari tingkat kepedulian terhadap masyarakat.
“Yang dilihat masyarakat bukan siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling peduli. Jadikan nilai Ramadan sebagai landasan dalam bekerja untuk masyarakat Lampung,” pungkasnya.
Pewarta:Indra Rukmana
Editor:Tim Detikkini












