Lampung Timur — detikkini.id
Gemerlap lampu panggung dan dentuman musik mengiringi Grand Opening perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Lampung Timur yang berlangsung meriah. Ribuan warga memadati lokasi acara, menikmati hiburan sekaligus merasakan hangatnya pesta rakyat yang digelar pemerintah daerah, Jumat (17/04/2026).
Di balik kemeriahan itu, tersimpan cerita perjuangan pedagang kecil yang turut merasakan dampak positif dari perayaan tersebut. Salah satunya Ngasiati (54), penjual kopi, pop ice, dan nasi uduk yang tampak sibuk melayani pembeli sejak sore hingga malam hari.
Dengan peralatan sederhana, Ngasiati tak henti melayani antrean pembeli yang datang silih berganti. Senyum lelahnya tak mampu menutupi rasa syukur atas rezeki yang didapat malam itu.
“Alhamdulillah, kalau lagi ada acara seperti ini rezekinya benar-benar terasa. Biasanya dari pagi sampai sore saya paling cuma dapat sekitar Rp200 ribu, tapi malam ini bisa tembus Rp800 ribu. Ini luar biasa, pendapatan bisa naik sampai dua kali lipat lebih. Semoga acara seperti ini sering diadakan karena sangat membantu pedagang kecil seperti saya,” ujarnya.
Tak hanya Ngasiati, pedagang lainnya seperti penjual es teh keliling juga mengalami hal serupa. Dengan gerobak sederhana, ia terus berkeliling di tengah kerumunan, menjajakan dagangannya tanpa henti. Gelas demi gelas es teh ludes terjual dalam waktu singkat.
“Alhamdulillah, malam ini ramai sekali. Biasanya tidak seperti ini,” ucapnya singkat sambil tetap sigap melayani pembeli.
Momentum HUT Lampung Timur bukan sekadar ajang hiburan, melainkan juga menjadi penggerak ekonomi rakyat. Kehadiran ribuan pengunjung memberikan peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka.
Di tengah gemuruh musik dan sorak sorai warga, roda ekonomi kerakyatan ikut berputar. Gerobak-gerobak sederhana dan lapak kecil menjadi simbol harapan, bahwa di balik sebuah perayaan, ada berkah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Perayaan HUT ke-27 Lampung Timur pun tak hanya meninggalkan kesan meriah, tetapi juga cerita tentang perjuangan dan harapan. Tentang mereka yang bekerja dalam diam, namun menjadi bagian penting dari hidupnya sebuah pesta rakyat.
Pewarta:Hendra
Editor :Tim Detikkini












