BANDAR LAMPUNGBERITA TERKINIPEMERINTAHANTRENDING

Pemprov Lampung Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat HLM ETPD

47
×

Pemprov Lampung Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat HLM ETPD

Sebarkan artikel ini

Bandarlampung – detikkini.id 

Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat peran sebagai penggerak digitalisasi keuangan daerah melalui High Level Meeting (HLM) Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), yang digelar di Ruang Sakai Sambayan, Kamis (9/4/2026).

Rapat tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, dalam rangka penyusunan peta jalan dan rencana aksi percepatan digitalisasi transaksi keuangan di lingkungan pemerintah daerah.

Dalam arahannya, Marindo menegaskan bahwa tujuan utama digitalisasi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) adalah membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.

“Digitalisasi bukan sekadar membentuk tim, tetapi bagaimana menghasilkan kepercayaan masyarakat. Setiap rupiah yang dibayarkan harus benar-benar tercatat dalam kas daerah dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya kendala regulasi yang membatasi fleksibilitas pemerintah daerah. Untuk itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat dengan instansi vertikal seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta pemerintah kabupaten/kota diminta meningkatkan komitmen terhadap indikator ETPD, termasuk kedisiplinan dalam pelaporan administratif guna mendukung capaian indeks ETPD yang optimal.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas OPD sebagai kunci keberhasilan implementasi ETPD. Ia mengacu pada arahan Presiden dalam Rakornas P2DD yang mendorong peningkatan kolaborasi untuk memperkuat kemandirian daerah, pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

HLM ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Championship TP2DD 2026. Penilaian tahun ini akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni proses, output, dan outcome, dengan indikator keberhasilan berupa peningkatan transaksi non-tunai, kepatuhan pajak, serta percepatan realisasi anggaran di Provinsi Lampung.

Baca Juga  Tokoh Pemuda Mataram Baru Feri Perdana Kritisi Maraknya Peredaran Miras 

Pewarta:Indra Rukmana 

Editor :Tim Detikkini 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *